SEKITAR KITA
55 Karyawan Pabrik Sepatu Mojowarno Jombang Diduga Keracunan saat Buka Puasa

Memontum Jombang – Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, menjenguk karyawan pabrik sepatu PT Vanezia footwear yang dirawat di Rumah Sakit Kristen Mojowarno, Sabtu (01/05) tadi. Kunjungan itu dilakukan, karena muncul dugaan bahwa ke 55 karyawan pabrik sepatu di Kecamatan Bareng tersebut, diduga keracunan makanan ketika melakukan berbuka puasa bersama.
Wakil Bupati Jombang, Sumrambah, ketika diwawancarai seusai menjenguk para karyawan pabrik sepatu menyampaikan, rencananya hari ini akan pulang sebanyak 32 orang. Sisanya atau 23 orang, masih dirawat dan dalam kondisi sehat semua.
Baca juga:
- Perwakilan OSIS SMP Kabupaten Jombang Dibekali Ilmu Komunikasi di Era Digital
- Tingkatkan Literasi Informasi di Era Digital, Pemkab Jombang Beri Bimtek Literasi Informasi
- Tingkatkan Kinerja Organisasi, Pemkab Jombang Gelar Uji Kompetensi dan Evaluasi Pejabat Tinggi Pratama
“Insyaallah, siang ini ada 10 orang yang diperbolehkan pulang. Sehingga nantinya, tinggal 13 orang dan besok, Insyaallah terselesaikan semua. Artinya, tidak ada kondisi yang mengkhawatirkan,” katanya.
Sedangkan yang masih melakukan perawatan tidak ada yang parah, hanya ada perawatan khusus bagi yang dalam kondisi hamil, jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Semuanya tidak ada yang dalam kondisi mengkhawatirkan.
“Kita lihat perkembangannya hari ini ada tambahan 1 karyawan, tetapi kondisinya tidak mengkhawatirkan. Semua ini adalah proses, kita tidak boleh menjudge terlebih dahulu biarkan proses berjalan,” ujar Sumrambah.
Di tempat sama, Dokter Rumah Sakit Kristen Mojowarno, Sintya, juga menyampaikan, bahwa kondisi terakhir para pekerja sudah dievaluasi. Mayoritas karyawan pabrik sepatu PT Vanezia Footwear melakukan rawat inap satu malam karena mengalami dehidrasi dan sudah ditangani oleh UGD, saat ini kondisi dehidrasi sudah teratasi dan semakin membaik.
“Mayoritas mengalami gejala pusing serta mual sudah banyak yang hilang. Tidak ada yang di rujuk ke Rumah Sakit lain, semua bisa diatasi oleh Rumah Sakit Kristen Mojowarno,” tutur Sintya, seraya menambahkan bahwa kemarin jumlah pasien yang datang ada sebanyak 55 orang.
Keluhan pasien, tambahnya, mengeluhkan gejala yang sama yaitu mual, muntah serta diare. Dokter Rumah Sakit Kristen Mojowarno belum bisa menyimpulkan dengan kondisi seperti saat ini. Samplenya sudah di ambil tinggal menunggu tindak lanjut dari laboratorium.
“Saya masih belum bisa menyimpulkan, masih menunggu hasil laboratorium. Sementara kita menangani dulu gejala yang muncul, untuk kegawatannya sudah teratasi dan kami simpulkan kondisinya sudah membaik. Kemarin sudah hari kedua perawatan, masuk perawatan kemarin siang dan kemarin malam,” terang Sintya. (azl/ed2)

Jombang10 bulanSejahterakan Masyarakat, Pemkab Jombang Gelar Gerakan Pangan Murah
Jombang10 bulanKomitmen Jalankan Pemerintahan Bersih, ASN dan PPPK DPUPR Jombang Tandatangani Pakta Integritas
Jombang10 bulanPemkab Jombang Gelar Bimtek K3 dan Pemeriksaan HPV DNA untuk Karyawan Rokok
Pemerintahan6 tahunPemkab Jombang Resmikan Kawasan Industri Tangguh Semeru
Pemerintahan6 tahunRSUD Jombang Sediakan Layanan Psikologi Bagi Stres Terdampak Covid-19
Pemerintahan6 tahunDukcapil Jombang Berinovasi dengan Pendataan Online
Pemerintahan6 tahunDinas PUPR Jombang Canangkan Irigasi Modern
Pemerintahan6 tahunPG Tjoekir Salurkan Bantuan 3 Ton Gula ke Bupati Jombang















