Jombang

DPRD Jombang Gelar Rapat Paripurna Sertijab serta Penyampaian Visi dan Misi Bupati dan Wakil 2025-2030

Diterbitkan

-

PARIPURNA: Pelaksanaan rapat paripurna DPRD Jombang. (memontum.com/azl)

Memontum Jombang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari Pj Bupati Jombang, Teguh Narutomo, kepada Bupati Jombang periode 2025-2030, Warsubi dan Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Jombang, Rabu (05/02/2025) tadi. Pelaksanaan yang dipimpin Ketua DPRD Jombang, Hadi Admaji bersama Wakil Ketua, itu turut dihadiri Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Forkopimda Kabupaten Jombang, Kepala OPD Provinsi Jawa Timur, Kepala OPD Kabupaten Jombang, Camat se-Kabupaten Jombang hingga Kepala Desa se-Kabupaten Jombang.

Mengawali paripurna, Ketua DPRD Jombang menyampaikan agenda pelaksanaan dan kehadiran sejumlah anggota DPRD. Termasuk, pelaksanaan Sertijab dan Penyampaian Visi-Misi Bupati dan Wakil Bupati Jombang periode 2025-2030.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam kesempatan pertamanya mengatakan bahwa penanganan tingkat kemiskinan bisa menjadi tolak ukur kemajuan daerah. “Tingkat kemiskinan yang tidak lebih dari 2 persen menjadi tolak ukur tingkat kemajuan daerah. Minimum Growth 9 persen dan setidaknya indek pembangunan manusia (IPM), sudah mencapai 85 persen serta income per kapitanya 13.000 USD. Saya minta, ini bisa dijadikan slide untuk pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jombang,” kata Gubernur Khofifah.

Dirinya juga mengungkapkan, bahwa pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jombang, saat ini sudah mencapai angka di atas rata-rata provinsi maupun nasional. “Situasi ekonomi pada saat ini, untuk se Pulau Jawa sedang mengalami deflasi. Kami meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Jombang, untuk mengkomunikasikan dengan pelaku usaha di Jombang, agar tidak melakukan PHK terhadap pegawai,” paparnya.

Advertisement

Hal ini menjadi bagian penting, lanjutnya, meskipun deflasi terendah adalah di Jawa Timur dengan angka 0,013 persen. “Tetapi seyogyanya, itu kita tidak akan deflasi kalau daya beli masyarakat cukup untuk bisa belanja dengan tetap mengendalikan inflasi,” ungkap Gubernur.

Baca juga :

Gubernur Khofifah juga menyebutkan, bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kabupaten Jombang sangat bagus atau lebih rendah dari rata-rata provinsi dan jauh lebih rendah dari rata-rata nasional.

Sementara itu di tempat sama, Bupati Jombang, Warsubi, dalam sambutan menyampaikan untuk mewujudkan Visi-Misi Jombang Maju dan Sejahtera. Di mana, pihaknya mengimplementasikan melalui lima misi dan delapan program prioritas. 

“Adapun visi, itu untuk mewujudkan Jombang Maju dan Sejahtera. Diantaranya, yaitu dengan mewujudkan sumber daya manusia berkualitas, berbudi pekerti luhur, religius dan berdaya saing global, mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat dan daerah secara berkesinambungan,” jelasnya.

Advertisement

Selain itu, dirinya juga mewujudkan pembangunan infrastruktur yang merata dan berkeadilan. Kemudian, pengembangan kawasan dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, peningkatan aksesibilitas dan konektifitas antar wilayah yang berkesinambungan dan berwawasan lingkungan, mewujudkan ketahanan sosial dan budaya berbasis kearifan lokal serta menghadirkan transformasi tata kelola pemerintahan yang terbuka dan kolaboratif (Open & collaborative governance).

Selain itu, ada delapan program prioritas untuk mewujudkan Jombang Maju dan Sejahtera, yakni membangun desa dan kota untuk semua. Kemudian, mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing, mengentaskan kemiskinan, membangun infrastruktur berkelanjutan dan memperkuat ekonomi, mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan, memperkuat pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan, memperkuat harmoni sosial, serta menghadirkan tata kelola pemerintahan yang bersih.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Jombang, Hadi Atmaji, mengatakan bahwa secara keseluruhan visi-misi Bupati Jombang perlu diselaraskan dengan visi-misi Gubernur maupun Presiden. “Yang jelas perlu adanya sinkronisasi antara visi-misi presiden, gubernur dan bupati. Kalau tidak selaras, maka tugas kami pada saat menyiapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jombang untuk menyelaraskan itu semuanya. Agar percepatan visi-misi Bupati Jombang Maju dan Sejahtera untuk semua segera terealisir,” ujarnya. (azl/gie)

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas